Artikel

Search our Site

Moon Cake / Kue Bulan / Tiong Ciu PiaPada jaman dinasti Yuan (1280~1368 SM.) Tiongkok dikuasai oleh orang-orang Mongol. Pemimpin-pemimpin dari dinasti sebelumnya, yaitu dinasti Sung (960~1280 SM.) tidak senang tunduk pada pemerintahan asing, kemudian menentukan suatu cara untuk mengkoordinir suatu pemberontakan tanpa diketahui. Pemimpin-pemimpin pemberontak mengetahui bahwa Perayaan Bulan sudah dekat, dan memerintahkan untuk membuat kue khusus. Ke dalam setiap kue bulan dimasukkan sebuah pesan tentang suatu rencana penyerangan. Pada malam Perayaan Bulan, para pemberontak berhasil menyerang dan menggulingkan pemerintah. Selanjutnya adalah berdirinya dinasti Ming (1368~1644 SM.).

Tradisi Makan Kue Bulan
Kue bulan yang bundar adalah sebuah makanan tradisional yang dimakan selama Festival Pertengahan Musim Gugur sebagai peringatan akan keutuhan keluarga.

Man Ye / Man YueTahukah Anda bahwa orang-orang China mempunyai tradisi merayakan kelahiran seorang bayi? Ini biasanya disebut dengan Man Ye / Man Yue dan dirayakan pada saat bayi tersebut mencapai usia 1 bulan.

Tujuan utamanya adalah memperkenalkan bayi tersebut kepada para saudara (bibi, paman dan sepupu) dan juga kepada teman dari orang tuanya. Walaupun bayi itu seharusnya menjadi bintang selama perayaan, ia tidak akan mengingat apa-apa kecuali melalui foto-foto atau video yang direkam selama acara tersebut.

Akan ada banyak macam makanan dan minuman yang disiapkan untuk para tamu. Satu di antaranya yang paling sering dijumpai adalah telur yang kulitnya diberi warna merah. Telur melambangkan suatu tahapan kehidupan yang baru sedangkan warna merah melambangkan perayaan dan keberuntungan. Bentuk telur yang oval melambangkan harmoni dan kesatuan.

Kue pernikahan merupakan tradisi yang diawali oleh Kekaisaran Romawi. Pada waktu itu, pengantin pria memecahkan sepotong roti di atas kepala pengantin wanita, sebagai simbol dominasi pria dalam pernikahan. Warna kue biasanya putih yang melambangkan kesucian. Tugas bersama pengantin memotong kue dimaksudkan untuk melambangkan tugas bersama mereka yang pertama dalam hidup pernikahan. Gerakan menyuap kue satu sama lain merupakan simbol dari komitmen yang dibuat antara pengantin pria dan waniat.