Tradisi Man Ye / Man Yue

Man Ye / Man YueTahukah Anda bahwa orang-orang China mempunyai tradisi merayakan kelahiran seorang bayi? Ini biasanya disebut dengan Man Ye / Man Yue dan dirayakan pada saat bayi tersebut mencapai usia 1 bulan.

Tujuan utamanya adalah memperkenalkan bayi tersebut kepada para saudara (bibi, paman dan sepupu) dan juga kepada teman dari orang tuanya. Walaupun bayi itu seharusnya menjadi bintang selama perayaan, ia tidak akan mengingat apa-apa kecuali melalui foto-foto atau video yang direkam selama acara tersebut.

Akan ada banyak macam makanan dan minuman yang disiapkan untuk para tamu. Satu di antaranya yang paling sering dijumpai adalah telur yang kulitnya diberi warna merah. Telur melambangkan suatu tahapan kehidupan yang baru sedangkan warna merah melambangkan perayaan dan keberuntungan. Bentuk telur yang oval melambangkan harmoni dan kesatuan.

 

Read more...
 
Asal Mula Kue Pernikahan

Kue pernikahan merupakan tradisi yang diawali oleh Kekaisaran Romawi. Pada waktu itu, pengantin pria memecahkan sepotong roti di atas kepala pengantin wanita, sebagai simbol dominasi pria dalam pernikahan. Warna kue biasanya putih yang melambangkan kesucian. Tugas bersama pengantin memotong kue dimaksudkan untuk melambangkan tugas bersama mereka yang pertama dalam hidup pernikahan. Gerakan menyuap kue satu sama lain merupakan simbol dari komitmen yang dibuat antara pengantin pria dan waniat.

 
Sejarah Kue Ulang Tahun

Sejarah kue ulang tahun dapat ditelusuri kembali ke jaman Yunani kuno dimana orang membuat kue madu atau roti yang berbentuk bulat dan membawanya ke kuil Artemis-Dewi Bulan. Namun, beberapa ahli percaya bahwa tradisi kue ulang tahun dimulai di Jerman pada abad pertengahan. Adonan roti manis diberi bentuk bayi Yesus dalam lampin kain dan digunakan untuk memperingati hari ulang tahunnya. Kue ulang tahun khusus ini kemudian muncul kembali di Jerman sebagai Kinderfest atau perayaan ulang tahun seorang anak muda. Orang Jerman juga membakar kue khusus jenis lain yang disebut Geburtstagorten. Kue ini dipanggang berlapis-lapis yang mana lebih manis dan kasar dibandingkan dengan kue yang biasanya dibuat pada waktu itu.

 
Tradisi Memasang Lilin pada Kue Ulang Tahun

Tradisi memasang lilin pada kue ulang tahun tersebut dilakukan oleh orang-orang Yunani awal, yang menggunakan tempat menyalakan lilin di kue untuk membuat kue ulang tahun bersinar seperti bulan. Orang Yunani biasanya mengambil kue ke rumah Dewi Bulan, Artemis. Beberapa sarjana mengatakan bahwa lilin yang ditempatkan pada kue karena orang-orang pada waktu itu percaya bahwa asap dari lilin membawa doa serta keinginan-keinginan mereka kepada dewa-dewi yang tinggal di langit. Sementara, yang lainnya mengatakan bahwa adat ini berasal dari Jerman di mana tempat lilin besar yang digunakan di tengah kue digunakan orang untuk melambangkan 'cahaya kehidupan'.

Dewasa ini, orang memasang lilin di atas Kue Ulang Tahun dan mengucapkan permohonan dalam doa sebelum meniup lilin. Hal ini diyakini bahwa meniup semua lilin dalam satu napas berarti keinginannya akan terkabul dan orang tersebut akan memperoleh nasib yang baik di tahun yang mendatang. Beberapa juga menuliskan nama orang yang berulang tahun sebelum mengiris kue agar membawa keberuntungan.

http://www.tokenz.com/history-of-birthday-cake.html